{"id":283,"date":"2026-09-12T09:08:02","date_gmt":"2026-09-12T09:08:02","guid":{"rendered":"https:\/\/jagadkayu.com\/blog\/?p=283"},"modified":"2026-09-12T09:08:03","modified_gmt":"2026-09-12T09:08:03","slug":"jepara-lebih-dekat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jagadkayu.com\/blog\/jepara-lebih-dekat\/","title":{"rendered":"Jepara Lebih Dekat"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jepara bukan sekadar titik di peta pesisir utara Jawa Tengah, melainkan sebuah ruang di mana kayu, angin laut, dan sejarah berinteraksi secara harmonis. Terletak di tepi Laut Jawa, daerah ini tumbuh dengan identitas yang kuat\u2014sebuah kawasan yang dikenal luas karena ketelitian jemari para pengrajinnya serta deretan pesona alamnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Sentra Seni Kriya dan Ketukangan Kayu<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Keharuman aroma kayu jati dan dentang pahat yang menembus serat kayu adalah bagian dari denyut nadi harian Jepara. Budaya pertukangan di sini bukanlah industri yang lahir mendadak, melainkan keahlian yang diwariskan lintas generasi.<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Presisi Teknis:<\/strong> Pengrajin lokal memadukan keahlian teknik konstruksi kayu tradisional (<em>purus dan takikan<\/em>) dengan kepekaan estetika, menghasilkan karya mebel yang kokoh sekaligus bernilai seni.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Jangkauan Pasar:<\/strong> Produk perabot berbahan kayu jati dan mahoni dari kawasan ini telah lama menembus pasar internasional, mengisi hunian hingga proyek komersial di berbagai penjara dunia.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Keberagaman Material:<\/strong> Selain kayu solid yang legendaris, lanskap industri kreatifnya kini berkembang fleksibel mengikuti tren modern, merambah pengolahan material olahan hingga kombinasi logam dan tekstil.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Jejak Sejarah dan Figur Kunci<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Narasi perjalanan Jepara dibentuk oleh peran ketokohan yang berpengaruh dalam panggung sejarah Nusantara:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Ratu Kalinyamat:<\/strong> Penguasa maritim abad ke-16 yang visioner. Di bawah kepemimpinannya, pelabuhan Jepara berkembang menjadi pusat perdagangan antarbangsa dan kekuatan angkatan laut yang disegani di kawasan Asia Tenggara.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>R.A. Kartini:<\/strong> Pejuang kesetaraan dan pemikiran modern Indonesia. Lewat tulisan-tulisannya dari Jepara, ia memperjuangkan hak-hak pendidikan dan menginspirasi gerak emansipasi wanita hingga hari ini.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"696\" src=\"https:\/\/jagadkayu.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/kartini-1024x696.webp\" alt=\"kartini\" class=\"wp-image-81\" title=\"Jepara Lebih Dekat\" srcset=\"https:\/\/jagadkayu.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/kartini-1024x696.webp 1024w, https:\/\/jagadkayu.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/kartini-300x204.webp 300w, https:\/\/jagadkayu.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/kartini-768x522.webp 768w, https:\/\/jagadkayu.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/kartini.webp 1128w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Bentang Alam dan Destinasi Bahari<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Secara geografis, garis pantai yang memanjang memberikan Jepara karakter bahari yang kuat. Selain pantai-pantai daratan utama seperti Bandengan dan Kartini, Jepara merupakan pintu gerbang utama menuju <strong>Kepulauan Karimunjawa<\/strong>. Taman Nasional Laut ini menyajikan ekosistem terumbu karang yang terjaga, pulau-pulau berpasir putih, serta habitat bawah laut yang menjadi daya tarik utama bagi wisatawan mancanegara.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Identitas Kuliner dan Kriya Kain<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Karakteristik lokal Jepara juga tercermin dari hasil budaya non-kayu yang unik:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Horog-Horog:<\/strong> Pangan olahan dari pati sagu dengan tekstur butiran kenyal yang khas. Makanan tradisional ini menjadi pendamping setia sajian berkuah atau lauk pauk lokal.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Tenun Ikat Troso:<\/strong> Kerajinan kain tenun tradisional berbasis rumahan dari Desa Troso yang mempertahankan teknik tenun jalinan benang manual, menghasilkan motif geometris dan etnis yang bernilai seni tinggi.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jepara menyimpan rekam jejak sejarah yang panjang dan unik di pesisir utara Jawa. Keberadaannya bukan sekadar tumbuh sebagai pemukiman nelayan, melainkan berkembang menjadi pusat gravitasi politik maritim, perdagangan antarbangsa, hingga inkubator pemikiran modern di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Berikut adalah gambaran perjalanan sejarah Jepara<\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>1. Fajar Peradaban: Abad Kalingga (Abad ke-7)<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Akar sejarah Jepara bermula dari wilayah kekuasaan Kerajaan Kalingga (Holing). Pada abad ke-7, kawasan ini dipimpin oleh <strong>Ratu Shima<\/strong>, seorang penguasa wanita yang melegenda karena keadilan dan ketegasannya dalam menegakkan hukum. Di era ini, prinsip kejujuran dijunjung sangat tinggi. Wilayah yang berada di kaki Gunung Muria ini mulai berkembang sebagai titik singgah jalur perdagangan berbasis pertanian dan hasil alam.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>2. Era Kejayaan Maritim: Ratu Kalinyamat (Abad ke-16)<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Memasuki abad ke-16, Jepara mengalami transformasi besar di bawah kepemimpinan <strong>Retna Kencana<\/strong>, yang lebih dikenal sebagai <strong>Ratu Kalinyamat<\/strong>. Setelah runtuhnya Kesultanan Demak, Jepara berdiri sebagai Kadipaten independen yang sangat berpengaruh.<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Poros Perdagangan Internasional:<\/strong> Pelabuhan Jepara disulap menjadi salah satu bandar udara dan laut paling sibuk di Nusantara. Kapal-kapal pedagang dari Tiongkok, Arab, Gujarat, hingga Eropa berlabuh untuk bertransaksi rempah-rempah, beras, dan hasil bumi.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Kekuatan Angkatan Laut:<\/strong> Ratu Kalinyamat membangun armada perang laut yang sangat tangguh. Beliau secara berani mengirimkan puluhan ribu prajurit dan ratusan kapal perang ke Malaka untuk membantu perlawanan terhadap kolonial Portugis pada tahun 1551 dan 1574. Keberanian ini membuat bangsa Portugis menjulukinya sebagai <em>&#8220;Rainha de Japara, senhora poderosa e rica&#8221;<\/em> (Ratu Jepara, wanita yang berkuasa dan kaya raya).<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>3. Lahirnya Tradisi Ukir dan Pertukangan<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"683\" src=\"https:\/\/jagadkayu.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/tukang-kayu-dan-ukir-jepara-1024x683.webp\" alt=\"tukang kayu dan ukir jepara\" class=\"wp-image-285\" title=\"Jepara Lebih Dekat\" srcset=\"https:\/\/jagadkayu.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/tukang-kayu-dan-ukir-jepara-1024x683.webp 1024w, https:\/\/jagadkayu.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/tukang-kayu-dan-ukir-jepara-300x200.webp 300w, https:\/\/jagadkayu.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/tukang-kayu-dan-ukir-jepara-768x512.webp 768w, https:\/\/jagadkayu.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/tukang-kayu-dan-ukir-jepara.webp 1536w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Di era yang berdekatan dengan masa Ratu Kalinyamat dan pengaruh peninggalan Sungging Badar Duwung (seorang seniman ukir asal Tiongkok yang menetap di Jepara), seni memahat kayu mulai berakar. Kebutuhan akan ornamen tempat ibadah, bagian kapal, dan perabot istana mendorong masyarakat lokal mengasah keahlian mengolah kayu jati. Keterampilan ini kemudian diturunkan lintas generasi hingga akhirnya membentuk identitas mendasar masyarakat Jepara sebagai maestro ukir dunia.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>4. Fajar Emansipasi: Era R.A. Kartini (Akhir Abad ke-19)<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pada masa kolonial Hindia Belanda, Jepara kembali mencatatkan namanya dalam sejarah dunia melalui <strong>Raden Adjeng Kartini<\/strong>. Dari balik tembok kadipaten di Jepara, Kartini menuliskan surat-surat kritis kepada sahabat-sahabatnya di Eropa. Pemikirannya menembus batas zamannya: menuntut hak pendidikan bagi perempuan, menentang feudalisme yang mengekang, dan memperkenalkan karya ukir kayu Jepara ke pasar Eropa untuk mengangkat derajat ekonomi pengrajin lokal.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Melalui dinamika zaman\u2014dari ketegasan hukum Ratu Shima, ketangguhan armada maritim Ratu Kalinyamat, keindahan seni pahat kayu, hingga gagasan emansipasi Kartini\u2014Jepara membentuk identitasnya sebagai daerah yang berani, kreatif, dan senantiasa berorientasi ke depan.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Lihat Lebih Dekat Penduduknya<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Penduduk Jepara memiliki denyut kehidupan yang sangat khas. Kebudayaan mereka dibentuk oleh perpaduan antara ketahanan karakter masyarakat pesisir dan kehalusan rasa seni para pekerja kriya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Berikut adalah gambaran orisinal mengenai dinamika dan karakter masyarakat Jepara:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>1. Budaya Pertukangan yang Mengalir di Ujung Jari<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bagi sebagian besar warga Jepara, kayu bukan sekadar material konstruksi, melainkan media berekspresi sekaligus penopang ekonomi keluarga.<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Etos Kerja Kolektif:<\/strong> Keterampilan mengolah kayu kerap dipelajari secara alami sejak dini di dalam lingkungan keluarga atau bengkel (<em>workshop<\/em>) rumahan.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Spesialisasi Keahlian:<\/strong> Masyarakatnya terbagi dalam ekosistem kerja yang saling melengkapi\u2014mulai dari pembelah kayu, pemahat motif (<em>pengukir<\/em>), perakit konstruksi (<em>tukang kayu<\/em>), hingga tenaga pemoles akhir (<em>finishing<\/em>).<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>2. Karakter Pesisir: Terbuka, Lugas, dan Agamis<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebagai wilayah yang berbatasan langsung dengan Laut Jawa dan memiliki sejarah panjang sebagai pelabuhan internasional, penduduk Jepara tumbuh dengan mentalitas yang terbuka (<em>open-minded<\/em>).<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Komunikasi Blak-blakan:<\/strong> Karakter masyarakatnya lugas dan tidak berbelit-belit dalam berkomunikasi, cerminan khas warga pesisir utara Jawa.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Religiusitas yang Kental:<\/strong> Kehidupan sosial sehari-hari terikat kuat dengan nilai-nilai keagamaan. Keberadaan pesantren, tradisi selamatan, serta perayaan keagamaan menjadi pondasi moral yang menyatukan hubungan antarwarga.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>3. Jiwa Kewirausahaan Mandiri (<em>Self-Employed<\/em>)<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Salah satu keunikan utama penduduk Jepara adalah tingginya populasi wirausahawan mandiri. Banyak warga yang memilih membuka usaha kriya atau bengkel mebel sendiri di rumah (<em>home industry<\/em>) dibandingkan menjadi pekerja kantoran. Kemandirian ekonomi ini menciptakan iklim usaha lokal yang sangat dinamis, di mana tiap desa kerap memiliki fokus keahlian yang berbeda\u2014mulai dari sentra ukir, sentra relief, sentra patung kayu, hingga sentra kain tenun.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>4. Adaptif Terhadap Perubahan Zaman<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Meskipun memegang teguh tradisi ukir klasik, generasi muda di Jepara tergolong sangat adaptif terhadap perkembangan teknologi. Mereka memadukan keahlian warisan leluhur dengan teknologi pemotongan modern, desain interior minimalis, hingga strategi pemasaran digital global untuk menjangkau pasar internasional.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Secara keseluruhan, penduduk Jepara adalah perpaduan antara <strong>pekerja keras yang tangguh, seniman berbakat, dan pebisnis yang gigih<\/strong>\u2014sebuah komunitas yang bangga akan warisan budayanya namun tetap siap melangkah mengikuti arus modernisasi.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Ini dia Mebel Jepara Yang Terkenal<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Mebel Jepara bukan sekadar susunan kayu yang dirangkai menjadi kursi atau meja, melainkan kombinasi sempurna antara ketahanan material alami dan keahlian jemari manusia. Ketika industri furnitur global didominasi oleh perabot instan berbasis bahan papan rakitan (<em>particle board<\/em>), <a href=\"https:\/\/jagadkayu.com\/\">industri mebel Jepara<\/a> berdiri kokoh mempertahankan nilai mahakarya kayu solid yang autentik.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Berikut adalah ulasan mendalam mengenai keunggulan produk dan besarnya potensi pasar mebel Jepara, baik di kancah internasional maupun domestik:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Daya Tarik Autentik Mebel Jepara<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Kekuatan Kayu Solid Berdaya Tahan Tinggi:<\/strong> Penggunaan kayu Jati (<em>Tectona grandis<\/em>) dan Mahoni pilihan menjadikan perabot Jepara tahan terhadap perubahan cuaca, kelembapan, hingga serangan rayap. Produk ini sering kali menjadi aset jangka panjang yang bisa diwariskan antar-generasi.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Eksklusivitas Sentuhan Tangan (<em>Handcrafted<\/em>):<\/strong> Ukiran tangan dan konstruksi kayu tradisional (<em>mortise and tenon\/purus<\/em>) memberikan karakter unik pada setiap item. Tidak ada dua produk ukir yang benar-benar 100% identik, memberi nilai estetika yang sangat tinggi bagi kolektor dan penikmat seni.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Adaptasi Desain Fleksibel:<\/strong> Tidak hanya berkutat pada gaya klasik bernuansa ukiran megah (<em>baroque<\/em> atau <em>reproduction<\/em>), industri Jepara sangat responsif terhadap tren modern seperti <em>Mid-Century Modern<\/em>, minimalis industrial, hingga perabot luar ruangan (<em>teak garden furniture<\/em>).<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Potensi Pasar Ekspor: Menembus Pasar Global<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pasar internasional selalu memiliki dahaga yang tinggi terhadap produk berbahan kayu alami, terutama dari kawasan dengan sertifikasi kelestarian hutan yang sah (<em>SVLK\/FSC<\/em>).<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table\"><table class=\"has-fixed-layout\"><thead><tr><td><strong>Segmen Pasar Ekspor<\/strong><\/td><td><strong>Karakteristik Kebutuhan<\/strong><\/td><td><strong>Negara Target Utama<\/strong><\/td><\/tr><\/thead><tbody><tr><td><strong>Furnitur Taman (<em>Garden &amp; Outdoor<\/em>)<\/strong><\/td><td>Kayu jati dengan ketahanan cuaca ekstrem, desain simpel dan fungsional.<\/td><td>Amerika Serikat, Inggris, Australia, Belanda<\/td><\/tr><tr><td><strong>Koleksi Ukir Klasik &amp; Reproduksi<\/strong><\/td><td>Detail pahatan rumit, finishing mewah (gilding\/gold leaf, duco).<\/td><td>Timur Tengah (UAE, Arab Saudi), Eropa Timur<\/td><\/tr><tr><td><strong>Interior Komersial &amp; Hospitality<\/strong><\/td><td>Pesanan kustom skala besar untuk hotel, resor, dan restoran mewah.<\/td><td>Maladewa, negara-negara Karibia, Asia Tenggara<\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Peluang Monetisasi:<\/strong> Konsumen mancanegara sangat menghargai nilai <em>sustainability<\/em> (kelestarian) dan keahlian kriya (<em>craftsmanship<\/em>). Hal ini membuat <em>margin<\/em> keuntungan pasar ekspor jauh lebih tinggi, terutama untuk produk <em>custom-built<\/em>.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Potensi Pasar Lokal: Memenuhi Gaya Hidup Modern<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pasar domestik Indonesia yang terus tumbuh menyajikan ceruk bisnis yang tak kalah besar, didorong oleh tingginya pembangunan hunian dan sektor properti.<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Tren <em>Custom Interior<\/em> &amp; Minimalis:<\/strong> Masyarakat perkotaan kini lebih menyukai furnitur berbahan kayu solid dengan desain simpel, bersih, dan multifungsi yang cocok untuk hunian konsep Scandinavian atau Japan-Japandi.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Pertumbuhan Sektor <em>Hospitality<\/em> &amp; Kafe:<\/strong> Menjamurnya kedai kopi, restoran estetik, dan hotel boutique di kota-kota besar Indonesia membuka ruang besar bagi pasokan perabot kustom skala medium.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Kemudahan Jalur Pemasaran Digital:<\/strong> Hadirnya platform <em>e-commerce<\/em>, media sosial, dan situs web resmi membuat pengrajin dan pelaku usaha Jepara dapat memotong rantai distribusi, sehingga bisa menjangkau pembeli langsung (<em>direct-to-consumer<\/em>) di seluruh pelosok Nusantara secara efisien.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dengan perpaduan material berkualitas tinggi, reputasi sejarah yang kuat, serta kemampuan beradaptasi dengan tren desain modern, mebel Jepara memiliki posisi tawar yang sangat kuat. Baik untuk mengisi hunian lokal maupun proyek properti megah di belahan bumi lain, industri ini menyimpan potensi bisnis yang tidak pernah redup oleh zaman.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jepara bukan sekadar titik di peta pesisir utara Jawa Tengah, melainkan sebuah ruang di mana kayu, angin laut, dan sejarah berinteraksi secara harmonis. Terletak di tepi Laut Jawa, daerah ini&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":284,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-283","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-mebel-jepara"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jagadkayu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/283","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jagadkayu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jagadkayu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jagadkayu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jagadkayu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=283"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/jagadkayu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/283\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":286,"href":"https:\/\/jagadkayu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/283\/revisions\/286"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jagadkayu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/284"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jagadkayu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=283"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jagadkayu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=283"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jagadkayu.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=283"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}